Selasa, 03 April 2012

PRAS YANG INI, BEDA!

Temans, mungkin kalian pernah punya teman, saudara, kerabat, tetangga atau bahkan pacar bernama Pras. Saya juga punya! Tapi Pras yang saya miliki ini sudah barang tentu berbeda dengan milik kalian. Sama manusianya, tapi beda rasanya. Tidak terkecuali untuk orang tua atau saudara dari Pras saya ini. Rasa yang saya miliki lain dari lainnya.
Saya biasa memanggilnya “Yank, Yah, Pi, atau Beb”. Iya, semua sebutan sayang, karena dia pacar saya yang sudah hampir 6 (enam) tahun menemani saya. Pras saya ini adalah teman kuliah, teman berbagi, teman berantem, teman ngobrol, teman makan, teman kencan –sudah pasti-, teman jalan-jalan, dan Pras saya ini melengkapi kriteria teman yang saya inginkan, kecuali untuk teman selingkuh, karena dia merupakan manusia yang paling benci dengan selingkuh –apa pun itu bentuknya!-.


Berikut akan saya jelaskan tentang apa dan bagaimana bentuk Pras saya itu:
  1. Membenci selingkuh! Anda hanya diberi satu kesempatan saja untuk memperbaiki kesalahan jika Anda terbukti pernah menghianatinya. Tidak ada kesempatan kedua, ketiga, atau ke- ke- selanjutnya. Pada akhirnya ini kesempatan terakhir saya. Baiklah yank,,,,!!!!
  2. Pras saya ini wangi, dan saya sangat suka dengan cowok wangi-kriteria pertama saya dalam menentukan cowok oke atau tidak-. Pras saya ini sampai mengkonsumsi 3 parfum dalam setiap episode hidupnya. Embrance -produk dari Oriflame-, Bask atau Gatsby, dan parfum bibitan. Sudah barang tentu itu dipakai secara bergantian melihat sikon atau acara tertentu.
  3. Santai dan menurut saya malah terkesan “lemot”, sehingga kami sering bertengkar gara-gara hal ini. Tetapi Pras saya selalu beralasan, “gak usah grusah-grusuh Yank, ntar malah kejedhok. Santai aja, dipikir mateng-mateng segala dampak dan resikonya. Ntar kalo ada apa-apa dengan Mama –oh ya, nama panggilan saya Mama-, Ayah sing disalahno!”. Kalau sudah begini, saya hanya merengut! Tapi baiklah, saya yang meledak-ledak, Pras saya yang let it flow & softly. Kami saling melengkapi bukan?
  4. Cuek! Bahkan sangking cueknya, Pras saya tidak terlalu peka kalau saya ingin dimanja atau ingin dirayu. Saya harus berusaha sekuat tenaga menarik perhatiannya. Tapi hal ini berlaku sesekali saja dalam kehidupan kami, yang pada akhirnya saya harus pasrah saja memiliki pacar yang tidak bisa merayu. Cuek yang dimiliki Pras saya adalah dia tidak terlalu ambil pusing dengan masalah orang dan lingkungan sekitar, selama   tidak bersinggungan langsung dengan dia. “Males Ma ngurusi orang lain!”, itu katanya kalau saya geregetan dengan sikapnya yang dingin.
5. Romantis. Terlihat kontradiksi dengan pasal 4. Tetapi jangan salah tafsir dulu! Pras saya selalu berusaha untuk membahagiakan saya. Setiap tanggal 7, kita selalu memperingati hari jadian. Saling mengingatkan atau bahkan saling bertukar kado. Bukan barang mahal yang kita tukar. Semua barang bermanfaat. Entah itu kaos kaki, kosmetik, rokok, atau apa pun. Pernah saya dikado kaktus dengan 7 cabang daunnya pada saat kita 7 bulan jadian dan pernah juga dikado sebatang coklat yang isinya 11 ruas, menandakan 11 bulan hubungan kami. Romantis bukan? Karena kita menilai romantis tidak harus membacakan puisi, menggombal –karena Pras saya tidak bisa menggombal-, atau hal lain yang bersifat alay bin lebay. Romantis versi kami adalah saling mengingatkan dan menghargai.

6. Sebenarnya banyak hal lain yang dimiliki Pras saya. Tidak semua bisa secara gamblang diceritakan. Hal-hal sepele yang istimewa dan menjengkelkan dari hubungan kami juga ada. Tetapi semuanya bersifat rahasia ya! Cukup saya dan Pras saya yang tahu.

Namun tahukan Anda temans, kami punya perjanjian atau bisa disebut kesepakatan, yaitu:
1. Tidak boleh bertengkar di hadapan orang lain, apa pun bentuknya. Kami harus bersikap biasa saja di depan khalayak, walaupun pada saat kami berdua saja akan terjadi perang paregreg.
*sukses kami lakukan
2. Tidak boleh saling misuhi bin mengumpati pasangan. Jadi selama hampir 6 tahun bersama, kami selalu berusaha menahan ucapan kotor terhadap pasangan.
*sukses kami lakukan
3. Kami akan kabur a.k.a kawin lari kalau kami tidak direstui!!! Anarkis dan dramatis.
*Alhamdulilah semua setuju, semoga kita lanjut nikah. Amin.
Demikian yang dapat saya ungkapkan tentang Pras saya, yang sampai saat ini dan semoga seterusnya masih menjadi milik saya. Amin.
Terlepas dari itu semua, saya sayang dan butuh kepada Pras saya karena kita sudah memiliki “kesepakatan” untuk terus bersama. InsyaAllah.
Begitu bangganya saya terhadap Pras saya karena mau berjuang sekuat tenaga untuk membahagiakan Bapak, Ibuk, keluarga besar, dan saya tentunya.
Semoga Pras saya selalu diberi kekuatan dan kesehatan untuk dapat terus berjuang mempertahankan hidup. Ingat Yank, hukum rimba dan seleksi alam masih terus berlangsung

Sebenarnya Apa Yang Dicari?

Setelah sekian lama saya tidak menulis -karena tidak ada ide-, sekarang sudah saatnya saya menulis lagi -karena ada ide-! :)
Tadi malam saya menghabiskan sekian menit waktu saya untuk ngobrol dengan mantan Adik Kos dan beberapa anak kos lainnya. Kami bercerita banyak hal, tetapi yang paling banyak kami obrolkan adalah seputar pernikahan -hal yang menarik, tetapi begitu sensitif untuk dibicarakan-.
Setelah bercerita kesana kemari, inti dari obrolan kami adalah bahwa saya dan Adik Kos saya sedang merencanakan menuju jenjang yang "sensitif" itu. Banyak kesamaan kami, diantaranya prosesi yang harus dilewati, cerita yang akan kami lakoni dikemudian hari, dan kesadaran kami bahwasanya kami adalah perempuan yang "biasa" saja.
Iya, perempuan "biasa" ini menjadi topik yang menggelitik. Kami adalah perempuan yang pada dasarnya tidak TERLALU memiliki kelebihan. Kami adalah perempuan yang tidak tinggi langsing, tidak putih, tidak bahenol, tidak berambut panjang -rebonding-, tidak dan tidak lainnya. Ibarat kami sedang jalan dikeramaian pun, kami bukanlah tipikal perempuan yang akan jadi pusat perhatian.
Tapi dibalik itu semua, kami juga bersyukur karena ternyata ada orang yang masih bisa menerima kami apa adanya. Iya, "calon" kami ternyata adalah manusia yang tidak melihat kami dari sisi kebahenolan saja. Tetapi menurut mereka, kami adalah tipe perempuan yang bisa "ada" untuk mereka.
Mereka juga sebenarnya sama dengan kami. Mereka adalah sosok pria yang BIASA saja. Bukan tipikal pria tinggi-kekar, bukan pria berbaju parlente, bukan anak band yang biasanya digandrungi gadis-gadis, bukan pria bermobil, bukan dan bukan lainnya Tetapi mereka istimewa karena menerima kami apa adanya dan kami juga istimewa karena menerima mereka apa adanya -dengan kesederhanaan dan bentuk tanggung jawab mereka-.

Iya, sebenarnya apa sih yang dicari dalam sebuah hubungan? Fisik dan materi? Popularitas dan prestise? Atau mungkin ada unsur keterpaksaan?
Setelah kami berdiskusi, bercerita, dan guyon, akhirnya kami memutuskan untuk menetapkan hati bahwa apa yang kami cari bukanlah sesuatu yang neko-neko. Kami hanya mencari keSEJAHTERAan diri! Sejahtera menurut definisi kami adalah keseimbangan dari dua sisi. Seimbang antara kami dan mereka secara fisik, secara naluri, jasmani dan rohani, jiwa dan raga, dan semoga seimbang dari sisi duniawi sampai nanti di akhirat.
Kami dan mereka memang biasa saja, berarti kami dan mereka harus tahu diri, sadar diri, dan yang pasti harus pandai mengoreksi diri. Tidak perlu begitu banyak pengakuan dan -mungkin- terlalu eksis, karena memang kami biasa saja. Biar saja apa kata orang, yang jelas menurut kami, bahagia -hanya satu sisi saja- tidak bisa disebut sejahtera! Orang lain mau berkata apa, tidak jadi masalah, dan kami tidak terlalu mau ambil pusing, karena kami yang tahu dan kami yang menjalani!

Minggu, 19 Februari 2012

Cowok matre? Ke laut aje!

Di mana malu mu
Setiap kali
Ku ajak berkencan aku yang bayar
Di mana malu mu
Tak sesuai
Dengan wajah itu tak ada uang
Kalau begini terus
Ku takkan tahan
Bisa-bisa kau kuras aku
Percuma
Punya kekasih kamu

Temans, masih ingatkah salah satu lagu dari Teh Melly yang jadi Original Soundtrack film AADC? yang melegenda itu? Untuk penggemar berat film itu seperti saya, apalagi yang memiliki kasetnya, pasti tahu! Lirik tersebut menceritakan kalau si cewek sudah jengah dan merasa si cowok tidak tahu diri karena suka morotin si cewek (padahal di film itu, tidak ada adegan kalau Nicholas Saputra tidak tahu diri. Terbukti, kacang rebus saja masih tetap jadi kewajibannya kok, walau harganya tidak seberapa).

Nah, bagaimana kalau itu terjadi di kehidupan kita? Artinya kita punya cowok yang tidak tahu diri. Apa yang harus kita lakukan sebagai kaum perempuan yang notabene bernaluri matre?

Tulisan saya kali ini merupakan pembalasan dari tulisan saya sebelumnya (lihat judul: Cewek Matre? Iya dong!). Kalau sebelumnya kita (baca: perempuan) jadi tersangka karena berjiwa matre dan suka morotin cowok, sekarang kita yang jadi korban. Mempunyai cowok yang tiap kencan selalu kita yang bayar, beliin bajunya, makannya, pulsanya, parfumnya, dan segala sesuatu yang bisa menunjang aktivitasnya biar kelihatan oke! Kalau sekali waktu atau event tertentu, mungkin masih bisa dimaklumi. Tapi kalau kerjaan cowok kita cuma nongkrong, ng-game, online, tidur, dan kegiatan gak penting lainnya, bisa gondok juga lama-lama ngeliatnya.

Kita juga harus jujur pada diri sendiri, pada saat cowok kita bilang cinta, sayang, gak akan ninggal, bakal setia, dan segala jurus rayuan menebar mautnya keluar, kita pasti lupa kalau kita diporotin dan akan tetap merasa bahwa dia memang terbaik buat kita. Nah, lo! Kita masih melek atau enggak seh? Bingung kan?

Oke, sekarang kita harus buka mata-buka telinga, untuk tahu beberapa ciri-ciri cowok matre (apakah cowok kita ber-ciri seperti itu juga?), check this out:
1. Awalnya tidak pelit
Tipe pria matre ini awalnya memang tergolong royal. Pada awalnya dia menghujani Anda kiriman bunga, cokelat, dan benda-benda unik. Tentunya, Anda bisa luluh pada godaan pria romantis itu.


Pria jenis ini pintar melakukan berbagai cara untuk menaklukkan wanita. Sifat matre-nya baru akan kelihatan kalau wanita yang diincar sudah berhasil didapat.

2. Penampilan gaya
Sebagai wanita, sebaiknya mengenal baik pria seperti apa yang sedang mendekati Anda. Jangan mudah tertarik pada penampilan saja, sebab biasanya pria matre itu penampilannya bergaya. Untuk mengenalinya juga bisa dilihat dari cara dia memilih teman dan pasangan. Coba perhatikan, siapa-siapa saja temannya atau mantan-mantannya. Apakah selama ini ia hanya bergaul dengan kalangan jetset saja atau tidak.


3. Banyak alasan pada saat mau membayar sesuatu
Pria matre biasanya enggan mengeluarkan uang dari kocek sendiri untuk keperluan pasangannya. Dan, kondisi semacam ini berlangsung terus-menerus. Ciri lainnya, mereka terlalu berhitung alias pelit, tapi bisa royal untuk kesenangannya sendiri. Mereka juga tidak punya rasa sungkan untuk meminta sesuatu dari sang kekasih.
(http://terselubung.blogspot.com/2011/02/ciri-ciri-cowok-matre.html)


Berarti, kita juga harus berusaha meresapi lagu dari Gita Gutawa yang kurang lebih seperti ini liriknya:
petir membangunkanku
dari mimpi burukku
selama ini ku hanya terperangkap
dalam medan magnetmu
baru kusadari
kau seperti parasit
minta ini itu
kau minta padaku dengan semaumu
cukup sudah ku kini mulai gerah
ku perlu oksigen
untuk aku bernafas
tanpamu
reff:
pergi kau ke ujung dunia
dehidrasi di gurun sahara
hilang di segitiga bermuda
pergi kau ke luar angkasa
hipotermia di kutub utara
hilang di samudra antartika
dan jangan kembali
parasit parasit parasit (parasit)
kau memang parasit
parasit parasit parasit parasit
mulanya malu-malu
lalu jadi benalu
minta ini itu
kau minta padaku dengan semaumu
cukup sudah
ku mulai naik darah
ku seperti bom atom
yang siap meledak karenamu
repeat reff
parasit parasit parasit
kau memang parasit
minta dibayarin
minta ditraktirin
minta dianggarin
minta dijemputin
minta ditelponin
minta di sms-in
minta dibeliin
dasar kau parasit ah…

Intinya, cowok matre? Ke laut aje!

Rabu, 08 Februari 2012

Cewek Matre? Iya Dong!

Banyak yang tidak suka dengan cewek centil, ganjen, kepedean, norak, dan manja. Mungkin kriteria yang bikin eneg para laki-laki itu masih bisa ditolerir, mengingat ada beberapa kasus yang menunjukkan bahwa cewek dengan kriteria seperti itu masih laku juga di pasaran. Walaupun kita tidak tahu apa tujuan dari para lelaki memacarai mereka yang berkriteria seperti itu. Entah untuk diperbaiki attitudenya, hanya sekedar bercinta saja, atau bahkan cuma dimanfaatkan. Tapi biarlah! 

Disini saya akan membahas tentang cewek matre! Iya, matre! Dimana matre selalu diidentikkan dengan cewek yang selalu menguras seluruh harta kekayaan si cowok, setelah semua uang habis, kebanyakan cowok ditinggal begitu saja. Kalau uang masih banyak bisa jadi akan berakhir pada sebuah pernikahan yang akan memunculkan wacana baru yaitu, "Mau menikah karena si cowok kaya!". Saya setuju dengan pernyataan itu, tetapi saya juga punya argumen lain tentang cewek matre.

Menurut saya, semua cewek matre! Hanya saja KADARnya berbeda. Ada yang secara terang-terangan minta ini itu ke si cowok, ada yang samar-samar dengan memancing cowok -biasanya (contohnya) dengan dialog begini, "Yank, rambutku berantakan ya sekarang?/Iya sayank!/Hu-um, lama gak nyalon,jadi kelihatan jelek ya?/Ya udah, besok nyalon!"-, dan ada juga yang malu-malu. Sebagian besar cewek tidak ada  yang mau harus bayarin cowoknya makan tiap hari. Kalau hanya sesekali, pas si cowok bener-bener kere atau moment tertentu, okelah! Beliin kado cowok pas moment tertentu, bisa dimaklumilah. Tetapi kalau intensitas kebutuhannya sudah sama dengan jatah makan dan kebutuhan kita lainnya , lama-lama bikin gondok juga.

Bagaimana saya bisa berpendapat kalau semua cewek matre -dengan kadar yang berbeda tentunya-? Contoh kecil saja, pada saat ada cowok pedekate, tentunya sebagai cewek gak mau dong bayarin  makan, nonton, jalan-jalan, terus biaya first date lainnya. Walaupun pada agenda kencan pertama, yang lumrah memang cowok harus siap dana untuk modal utamanya. Tetapi ada juga cowok yang gak punya malu, pada saat kencan pertama, malah si cewek yang harus bayarin! Well girls, kalau kamu menemukan cowok yang seperti ini, langsung hapus namanya dari phonebook kamu! Gak usah kenal deh! Berani pedekate, malah gak modal.

Contoh lain, pada saat bertengkar, tentunya -biasanya- cowok akan berusaha menarik perhatian si cewek dengan memberikan beberapa kado atau minimal ngajak  makan -dengan alasan menyelesaikan masalah-. Saya pernah protes pada Adik Kos saya, waktu dia mau diajak balikan cowoknya hanya ditraktrir jagung bakar satu biji! Bukan harga jagung bakar yang membuat saya meradang! Tetapi usaha si cowok enggak banget! Hello,,,iya kalau bawa jagung bakar 10 biji, sebagai usaha untuk mendapatkan hati Adik Kos saya lagi! Masih banyak contoh lain dari kematrean cewek yang saya akui, itu memang ada, termasuk berlaku untuk diri saya sendiri. Sebagai perempuan, kita harusnya tidak mengeluarkan biaya -yang besar- untuk mendapatkan cinta! Kodratnya kita pasif -bukan mau dipasifkan tentunya-.

Saya bukan mengajari atau mendoktrin semua cewek yang baca tulisan saya ini untuk matre! Tapi pada dasarnya-menurut saya-, dari lubuk hati yang paling dalam dari setiap cewek memang memiliki naluri untuk matre- Ingat, dengan kadar yang berbeda!-. Jadi wahai kaum Adam, berani mendekati perempuan, jangan cuma modal tampang doang! Karena nanti endingnya, memang kewajiban para lelaki untuk menafkahi istrinya! Belajarlah mulai sekarang!
:)










Senin, 06 Februari 2012

Jangan Tatap Matanya! Karena Cinta Itu MELEK.

Tolong perhatikan ini! Sebisa mungkin dipahami, dicermati, dipikirkan secara mendalam, dianalisis, baru kemudian bisa diambil keputusan -keputusan bersifat subyektif, sesuai dengan yang Temans pikirkan-.

TERNYATA CINTA ITU MELEK. Kalimat itu saya peroleh dari pendengar saya tadi pagi pada saat saya siaran. Iya memang! Cinta itu benar-benar melek, melek sekali. Saking meleknya, cinta gak pandang bulu! Mencintai pacarnya temen, temennya pacar, sahabat kecil, orang yang baru bertemu -love at first sight-, jatuh pada pelukan mantan lagi, dan banyak kasus kemelekan cinta lainnya.

Meleknya ini berawal dari dengan beraninya kita melihat bahkan memandang matanya! Ajaib memang indera penglihat yang satu ini. Tidak bisa berbohong, tidak pernah munafik, sulit berkelit, dan pada akhirnya susah untuk keluar. Saya juga beberapa kali terjebat oleh MATA. Sejenak -bahkan beberapa waktu- membuat saya lupa, ketagihan, dan lama-lama bosan dengan sendirinya.


Kalau temans ingin merasakan sensasinya, jangan segan-segan untuk melirik, melihat, dan memandang matanya! Nanti akan terlihat dengan sendirinya -bahkan tanpa disadari-, gerak-gerik kita, perilaku dan cara bicara kita berubah menjadi canggung dan berasa linglung. Hukum ini juga berlaku pada saat dia memandang mata kita dengan seksama. Tanpa bisa beralasan lagi, pasti kita akan merasa merah di pipi, panas di punggung, dag dig dug di hati, dan pasti telinga menjadi sedikit lebih mekar.

Memang, dengan cara menatap mata pasangan -bagi yang sudah punya-, hal itu bisa mempererat hubungan karena kejujuran yang diwakili oleh mata. Tetapi kalau Temans tidak ingin terlibat terlalu jauh lagi, ada baiknya pada saat berbincang tidak -selalu- fokus pada matanya. Masih ada bagian lain di wajah yang bisa dilihat. Agar tidak terlihat kalau kita grogi, lihat saja hidung, jidat, alis, atau pipinya.

Meleknya cinta juga mengajarkan dan mempertontonkan adegan yang secara langsung -bahkan ada yang tidak langsung juga- berkaitan dengan kehidupan kita. Menunjukkan ada orang yang betapa tulusnya memperhatikan kita tanpa pamrih, memperlihatkan manusia yang ternyata hanya memanfaatkan keberadaan kita untuk tujuannya sendiri, mengajarkan kita menilai sosok yang hanya ingin bermain-main dengan kita dalam waktu yang singkat saja, atau mengobrak-abrik pertahanan hati kita untuk wujud yang ternyata tidak penting bagi kita. Semua memang proses, tapi tidak bisa dipungkiri, kalaupun benar, semua berawal dari MATA. 

Selasa, 31 Januari 2012

Rebutan Cinta! Heh, WHAT ??!!!

Siang tadi Adik kos saya, sebut saja I dilabrak oleh sahabatnya, sebut saja S, karena disinyalir bahwa Adik kos saya memiliki affair dengan pacar S, sebut saja A. Padahal selama ini, yang saya ketahui, kalau A sudah putus dengan S. Itu berdasarkan pengakuan A kepada Adik kos saya.

Beberapa waktu kemudian, Adik kos saya banyak menghabiskan waktu dengan A. Karena A getol sekali pedekate, nembak Adik kos saya dan selalu bilang kalau sudah nyaman dengan Adik kos saya serta tidak cinta lagi pada S. Adik kos saya awalnya tidak mau, karena tidak mau menyakiti perasaan S, takut dikira teman makan teman atau menusuk dari belakang atau musuh dalam selimut. Tapi nyatanya, A malah beralih pedekate ke orangtua Adik kos saya juga. Nekat kan? Akhirnya, dengan begitu banyaknya perhatian yang dicurahkan A, luluh juga hati Adik kos saya. Mereka akhirnya jalan!

Beberapa waktu kemudian, setelah Adik kos saya terkenyong-kenyong dan merasa sudah ketergantungan dengan A, si A malah tidak pernah nongol lagi sampai pada akhirnya si A mengajak Adik kos saya untuk berteman saja! Hancurlah perasaan Adik kos saya. Lama untuk bisa jatuh cinta dan sayang ke si A, setelah luluh,,eh,,malah ditinggal begitu saja! Butuh waktu satu minggu untuk membebaskan dia menangis di kamarnya. Saya bisa memahami, walau saya jengkel juga melihat matanya mbendol.

Tetapi ada suatu keajaiban! Dia mulai bisa tersenyum, tertawa, dan guyon dengan anak kos lainnya!
Tetapi tahukah Temans, ternyata perjalanan asmaranya tidak semudah itu dilewati. Tiba- tiba muncullah seorang cowok, sebut saja E, yang mengaku mantannya si S dan merasa jadi korban dari hubungan S dan A. Endingnya, si E malah nyuruh Adik kos saya untuk mengakui segala perbuatannya (menjalin affair dengan si A di belakang S). Karena si E juga merasa telah dipermainkan si S (E dan S pernah jadian, tapi akhirnya S balikan dengan A). Saking begitu polosnya, Adik kos saya mengaku ke S, kalau dia pernah jadian ma si A. You know what guys? Si S marah besar! Mencak-mencak, koar-koar, dan heboh! Si S bilang ke semua anak se-kelasnya kalau Adik kos saya tidak punya hati karena telah menusuk dia dan tidak pernah jujur.  Si A marah besar juga kepada Adik kos saya, karena dianggap memperkeruh suasana. Si E juga tidak kalah acting! Si E malah menyuruh Adik kos saya untuk minta maaf pada si S! Padahal sudah jelas-jelas dia yang menyuruh Adik kos saya untuk jujur pada si S. Adik kos saya benar-benar diuji oleh artis kacangan semacam si S, si A, dan si E itu.

Sekarang, peperangan tengah terjadi! Adik kos saya dan si S terlibat pertengkaran- yang nyatanya kedua cowok brengsek, si A dan si E, tidak nongol di konferensi yang diselengarakan Adik kos saya dan si S-.

Sebelum berangkat berperang melawan si S, saya menyarankan beberapa hal terhadap Adik kos saya -lebih tepatnya memberi wejangan dan jimat-, yaitu:

1. Mengaku salah saja-lah! Walaupun yang salah juga si A, karena getol ngerayu dan nembak kamu, dan si E yang sudah memprovokatori kamu untuk ngomong semua ke si S. Tapi ya sudah lah, kedua cowok itu terbukti tidak memiliki tanggung jawab!

2. Setelah kamu dicaci-maki dan disalahkan, bilang terimakasih dan tidak usah lagi terlibat dalam hubungan mereka lagi, beserta koloni-koloninya. Selain tidak ada manfaatnya, mereka juga tidak memberikan kontribusi besar terhadap kehidupan kamu!

3. Setelah semua clear, jadilah selebritis kampus! Dandan yang cantik dan menarik. Tunjukkan kalau kamu tetap menjadi STAR dan tidak akan layu hanya karena masalah sepele. Dongakkan kepala, berjalan pede, berteman dengan orang yang tulus serta tetap berprestasi di kampus.

Seperti pepatah, si S, si A, atau si E menggonggong, kamu tetap berkibar!


 

Senin, 30 Januari 2012

Ternyata Tuhan (BENAR-BENAR) Tidak Tidur!

Saya begitu terharu sekali pada saat menerima sms dari salah seorang teman saya yang terpaksa membuat saya sedikit mbrebes mili. Iya, dia begitu sungkan karena kemarin belum bisa membantu saya (sebenarnya dia bisa, tetapi kita tidak sempat ketemu). Dia begitu memaksa untuk tetap membantu saya dan merasa tidak enak hati kalau ternyata saya sudah mendapatkan bantuan dari orang lain.

Bukannya saya menolak bantuan dari teman saya itu. Selain faktor waktu yang ternyata kita masih tidak sempat bertemu, saya juga takut merepotkan dia (mengingat dia masih selalu ribet dengan masalahnya sendiri). Saya tidak mau dicap sebagai teman yang tidak bisa membaca situasi (waktu butuh saja, ingat teman!) dan saya malah benar-benar takut merepotkan. Lagipula saya juga sudah bisa mengatasi masalah saya sendiri dengan meminta bantuan orang lain.

Pada akhirnya saya berpikir, "Mengapa dia begitu merasa sungkan karena tidak bisa membantu saya?".  Sungguh, saya merasa sangat terharu dengan ketulusannya bersedia membantu saya. Saya malah sungkan karena selama ini saya jarang bisa juga membantu dia. Saya merasa menjadi teman yang biasa-biasa saja, tidak terlalu berlebihan.

Seraya menulis ini, tidak hentinya saya mbrebes mili dan mengucap syukur. Pada saat saya ada masalah, masih banyak teman-teman saya yang bersedia membantu, karena memang Tuhan tidak pernah tidur. Tuhan selalu membukakan jalan kepada umatnya agar bisa berpikir dan bisa menyelesaikan masalahnya. Tuhan selalu mengirim keajaiban yang bisa meloloskan kita dari masalah melalui orang-orang di sekitar kita. 

Terimakasih kepada semua teman-teman saya! Lup u....